PATANI, THAILAND – Pengurus Pusat Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (PP MPDI) secara resmi memulai rangkaian perjalanan studi banding ke Thailand Selatan pada 6 hingga 10 April 2026. Kunjungan strategis ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan langkah nyata MPDI dalam menguatkan kemandirian ekonomi pesantren berbasis koperasi, yang merupakan tema sentral dari Sarasehan Nasional Pesantren MPDI yang dijadwalkan pada 27-29 Juni 2026 mendatang.Selain sebagai tindak lanjut rekomendasi Mukernas 2025 dan respons terhadap program koperasi Presiden Prabowo Subianto, penguatan ekonomi ini menjadi implementasi krusial dari UU Pesantren No. 18 Tahun 2019. Dalam undang-undang tersebut, pesantren memiliki fungsi utama yang tak terpisahkan: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.Diplomasi Pendidikan dan Rencana MOU dengan Universitas Fatoni Mengawali kunjungan di bumi Patani, delegasi MPDI disambut hangat di Universitas Fatoni oleh Rektor Prof. Dr. Ismail Lutfi, M.A. Pertemuan ini berlangsung penuh kekeluargaan namun sangat produktif. Dalam kesempatan tersebut, PP MPDI secara resmi mengundang Prof. Ismail Lutfi beserta jajarannya untuk hadir sebagai tamu kehormatan dalam Sarasehan Nasional mendatang.Gayung bersambut, Prof. Ismail Lutfi menyatakan kesediaannya untuk hadir dan memberikan tawaran kerja sama yang monumental. Universitas Fatoni membuka peluang beasiswa dan jalur khusus studi pascasarjana (S2 dan S3) bagi pimpinan pesantren, asatidz, serta pengurus di lingkungan MPDI. Komitmen ini akan diformalkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) pada acara Sarasehan Nasional di bulan Juni nanti."Ini adalah peluang emas bagi peningkatan kapasitas SDM MPDI. Sinergi antara keunggulan akademis Universitas Fatoni dengan spirit dakwah pesantren di Indonesia akan melahirkan pemimpin umat yang berwawasan global," ujar Ketua Umum MPDI, KH Ayi Abdul Rosyid, Lc., M.A.







Mempelajari Ekosistem Koperasi Syariah Terbesar Setelah dari Universitas Fatoni, Delegasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum MPDI, KH Ayi Abdul Rosyid, Lc., M.A., membidik model pengelolaan ekonomi keummatan yang sukses diterapkan di Thailand Selatan sebagai inspirasi transformasi ekonomi pesantren di Indonesia. Perjalanan ini mencakup kunjungan ke tiga koperasi syariah terbesar yang bernaung di bawah Federasi Koperasi Islam Thailand, sebuah lembaga yang kini mengayomi 36 koperasi dengan total aset Lebih dari 10 Triliun Rupiah dan melayani lebih dari 339.000 anggota. "Langkah ini adalah ikhtiar MPDI untuk menyiapkan SDM unggul dan sistem ekonomi mandiri yang relevan bagi pesantren-pesantren dakwah di Indonesia," ujar KH Ayi Abdul Rosyid dalam salah satu sesi pertemuan. Delegasi melanjutkan pendalaman ke jantung ekonomi syariah Thailand Selatan, yakni Federasi Koperasi Islam Thailand yang mengelola aset triliunan Rupiah. Kunjungan ke Koperasi Ibnu Auf, Koperasi Ibnu Affan, dan Koperasi Asshiddiq memberikan gambaran nyata bagaimana koperasi mampu menjadi tulang punggung kemandirian institusi pendidikan dan kesejahteraan umat dan Negara.Sebagai Contoh, Koperasi Ibnu Auf yang telah berusia 32 tahun, misalnya, menunjukkan kekuatan diversifikasi unit usaha mulai dari toko material, kontraktor, hingga travel umroh haji dengan dukungan aset sebesar 3 miliar Baht. Data menarik terungkap dari Koperasi Asshiddiq yang kini berbasis teknologi informasi (IT) dengan target aset 10 miliar Baht pada 2031, serta Koperasi Ibnu Auf yang telah sukses merambah bisnis konstruksi dan retail. Model-model keberhasilan inilah yang akan diadaptasi dan dibahas secara mendalam dalam Sarasehan Nasional MPDI guna mewujudkan pesantren yang berdaya secara ekonomi.Sementara itu, Koperasi Ibnu Affan memberikan pelajaran berharga mengenai ketekunan, di mana lembaga yang kini memiliki 103.000 anggota ini bermula dari modal kecil sekumpulan mahasiswa 35 tahun silam. Tak hanya ekonomi, integrasi dengan dunia pendidikan juga menjadi sorotan, sebagaimana terlihat pada Buranawit School yang dikelola secara profesional. Sinergi Tokoh untuk Masa Depan Umat Delegasi yang terdiri dari 23 orang ini merupakan perwakilan dari jajaran Dewan Syuro KH Efendi Anwar, Lc. dan KH Ir. Ari Tri Priyono,, Dewan Pakar Prof. Dr. Uril Bahruddin dan KH Iwan Kurniawan Lc MM, dan Pengurus Pusat seperti KH Muhammad Muslih Abdul Karim, KH Abdurrahman Abdul Hasib Hasan, juga perwakilan pimpinan Pesantren Pesantren dari Riau, banten, Jateng, Yogyakarta bahkan Jatim menunjukkan soliditas MPDI dalam menjemput masa depan. Perjalanan ini menegaskan posisi MPDI sebagai organisasi yang tidak hanya fokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga sangat serius dalam menjalankan mandat Undang-Undang untuk memberdayakan masyarakat melalui kemandirian ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan.
