HEADER
Sejarah MPDI
Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) berawal dari organisasi MAPADI (Majelis Pesantren & Ma’had Dakwah Indonesia) yang berdiri sebagai wadah kebersamaan pesantren dakwah di seluruh Indonesia. MAPADI lahir dari semangat para ulama dan aktivis pesantren untuk menyatukan langkah dalam membangun pendidikan Islam, membina umat, dan melayani masyarakat secara luas.
Sejak berdirinya, kepemimpinan organisasi ini mengalami beberapa periode penting:
2006 – 2012: K.H. Umung Anwar Sanus, Lc.
2012 – 2018: K.H. Dr. Muslih Abdul Karim, M.A.
2018 – 2024: K.H. Dr. Muslih Abdul Karim, M.A.
2024 – 2029: K.H. Ayi Abdul Rosyid, M.Ag.
Selama dua dekade perjalanan tersebut, MAPADI berkembang menjadi jejaring nasional dengan ratusan pesantren anggota, ribuan guru dan karyawan, serta puluhan ribu santri yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Organisasi ini menjadi garda depan dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas, pembinaan spiritual, dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.
Transformasi Menjadi MPDI
Memasuki tahun 2025, organisasi ini melakukan langkah strategis untuk memperkuat peran dan legalitas kelembagaan. Pada Juli 2025, entitas MAPADI resmi didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nama baru Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI).
Transformasi ini tidak mengubah struktur dan kepengurusan inti; kepemimpinan periode 2024–2029 tetap dijalankan oleh K.H. Ayi Abdul Rosyid, M.Ag. beserta jajaran pengurus pusat. Pergantian nama menjadi MPDI merupakan bagian dari visi organisasi untuk menjangkau lebih luas peran dakwah pesantren secara nasional dan internasional, serta menegaskan posisi MPDI sebagai organisasi masyarakat terdepan dalam pembinaan dan pelayanan umat.