Kota Depok, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) berjalan dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan. Dalam agenda tersebut, Ketua Majelis Syuro MPDI, KH. Dr. Hidayat Nur Wahid, MA, memberikan arahan penting terkait peran strategis pesantren dalam membangun persatuan dan menciptakan kemaslahatan bagi bangsa.
Dalam sambutannya, KH. HNW menegaskan bahwa semua elemen MPDI adalah bagian dari keluarga besar pesantren di Indonesia. Ia menyebut bahwa pesantren merupakan kekhasan sekaligus warisan berharga bangsa yang harus dijaga dan diperkuat. “Prinsip kita adalah prinsip persatuan dan ukhuwah. MPDI hadir untuk merekatkan, bukan memecah belah,” tegasnya.
Lebih lanjut, KH. HNW menjelaskan bahwa sejak dahulu pesantren telah menjadi pusat penyebaran Islam yang moderat dan berperadaban. Jejaring ulama Nusantara yang dibahas dalam disertasi Azumardi Azra menggambarkan bagaimana pesantren memiliki kontribusi besar dalam menyebarkan ilmu, adab, dan nilai persaudaraan. “Semangat persatuan ulama terdahulu inilah yang harus terus kita lanjutkan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran berbagai organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Ikadi, dan lainnya yang telah memiliki bidang khusus terkait kepesantrenan. Selain itu, ia menyoroti keberadaan Undang-Undang Pesantren yang mengakui tiga model pesantren: Salafiyah, Ashriyah, dan Takmiliyah. MPDI, menurutnya, menaungi ketiganya sehingga harus menjadi wadah yang inklusif dan memperkuat integrasi antar pesantren. “MPDI tidak boleh menyia-nyiakan hadirnya UU Pesantren. Kita harus memanfaatkannya untuk memperkuat kualitas dan peran pesantren,” tambahnya.
Terkait pengembangan organisasi, KH. HNW mendorong perluasan keanggotaan MPDI agar tidak hanya bersifat formalitas, tetapi memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keilmuan pesantren. Saat ini MPDI telah memiliki perwakilan di 24 wilayah, dan ditargetkan dalam waktu dekat dapat menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia.
“MPDI harus menjadi rujukan umat, terutama dalam bidang keilmuan dan pengembangan SDM. Kita memiliki tanggung jawab moral dan sejarah untuk itu,” tuturnya.
Di akhir arahan, KH. HNW mengingatkan kembali ikrar pengurus MPDI yang telah dibacakan bersama. Ia berharap ikrar tersebut menjadi komitmen moral untuk terus memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi umat. “Semoga MPDI menjadi rahmat bagi Indonesia, dan pada akhirnya menjadi rahmat bagi seluruh alam,” pungkasnya.
Mukernas MPDI tahun ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran pesantren sebagai pilar peradaban dan perekat umat, sekaligus menjadi energi baru dalam melahirkan generasi berilmu yang berakhlak dan berdaya saing tinggi.
